Langsung ke konten utama

Jalan Antar Lintas tak Terlintas

Jalan Antar Lintas Tak Terlintas
Oleh: Sondang Sitompul, S.Pd

Jika hendak bepergian kesuatu daerah, baik itu lokasi wisata, pertimbangan yang sering menjadi perhatian selain iklim ialah baik tidaknya jalan masuk dan keluar. Jika dikonotasikan dalam sebuah tubuh, Jalan bagaikan urat nadi dalam tubuh manusia, memiliki fungsi yang sangat vital untuk kelangsungan semua organ-organ bekerja didalam tubuh kita. Atau dalam sebuah sajian makanan jalan itu bagaikan garam, dapat dipastikan akan betapa hambarnya rasa tanpa kehadiran garam dalam sebuah masakan. Betapa banyaknya keindahan dan kekayaan alam di Indonesia yang tidak ternikmati dengan baik hanya karena akses jalan menuju kedaerah tersebut yang tidak memadai.
Karena demikian pentingnya fungsi jalan dalam kehidupan manusia, Pemerintah juga kelihatanya sedang memberikan konsentrasi yang lebih terhadap pembagunan melalui infrastruktur Jalan TOL. Presiden Jokowi akhir-akhir ini sedang sibuk dalam peresmian pembukaan jalan Tol diberbagai daerah di indonesia. Di Sumatera Utara sendiri sudah terlihat dengan telah diresmikannya jalan TOL Medan -  Tebing dan Medan Binjai dan kabar-kabarnya juga akan melanjutkan hingga tembus jalan Tol sepanjang Sumatera. langkah presiden kelihatannya disambut baik oleh masyarakat di sumatera hal ini terlihat dengan tidak terlalu sulitnya pelepasan tanah untuk menunjang pembangunan jalan tersebut.
Masyarakat di Sumatera umumnya sudah lama mendambakan jalan lintas penghubung Aceh – Lampung, karena kerusakan parah diberbagai ruas jalan lintas sepanjang 2400 km ini menjadi penghambat perekonomian di Pulau Sumatera. Mungkin tidak terlalu berlebihan jika mengatakan jalan lintas sumatera yang dibangun sejak 1962 ini merupakan jalan trans terpanjang di seluruh Indonesia namun sejak dibangunnya sudah dikenal dengan jalan paling rawan terhadap kejahatan. Tingginya kejahatan dijalan seperti perampokan, dapat disebabkan oleh adanya paktor yang mendukung seperti kerusakan jalan, medan jalan yang sempit hingga dapat memudahkan untuk melakukan tindakan-tindakan kejahatan. Oleh karena itu pembangunan jalan lintas sumatera pemerintah pusat  ini hendaknya didukung oleh pemerintah daerah di propinsi dan kabupaten masing-masing. Sehingga akses di daerah dapat tercipta, mobilitas manusia dan distribusi barang jasa dapat mengalir dengan lancar.
Kini  jalan lintas sumatera memiliki tiga jalur yakni lintas barat, lintas timur dan lintas tengah. Keseluruhan jalan itu hingga kini masih tetap dipertahankan walaupun dengan keadaan yang kurang terawat. Nasib jalan lintas Sumatera paling memprihatinkan kerusakanya terdapat di Sumatera utara. Jalan lintas yang menghubungkan sumatera utara dengan propinsi padang ini keadaanya rusak total dan tidak layak dilintasi. Jalan yang menghubungkan kabupaten Tapanuli Utara dengan kabupaten Tapanuli Selatan ini, memang tidak pernah berakhir riwayatnya. Beberapa tahun sebelumnya tingkat kerusakan sangat parah terdapat di Aek latong, dimana sampai memakan banyak korban yakni penumpang Bus Antar Lintas Sumatera ( ALS ) di Aek Latong. Jalan Aek latong telah dialihkan, namun hanya beberapa saat saja bertahan sekarang tetap saja rusak walau tidak separah sebelumnya, hal itu disebakan oleh karena tidak adanya perawatan dari pemerintah terkait, jalan kembali longsor.
Keadaan yang sama terjadi pada ruas jalan aek Batu Jomba, hanya beberapa Kilometer saja dari aek latong. Keadaan rusak total sangat menghawatirkan pengguna, hanya dengan ketelitian dan kehati-hatian yang dapat menyelamatkan pengguna jalan ini. Jalan yang dulunya dibahu bukit sekarang menjadi jurang yang terjal akibat turunya tanah kebawah bukit, sehingga antrian bus menjadi pemandangan setiap hari. Jalan yang menghubungkan Sipirok dengan kota wisata rohani Tarutung adalah sepanjang kurang lebih 60 Km, namun keadaan geografisnya yang menyusuri kaki perbukitan membuat pembangunan jalan ini memang harus membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Hal ini jika dilihat  jalan sepanjang 60 Km ini hampir seluruhnya mengalami kerusakan dan sangat jarang mendapat perhatian. Padahal status jalan ini sepanjang pengetahuan penulis merupakan jalan lintas Sumatera ( Lintas barat ), akan tetapi keadaannya saat ini tidak ubahnya dengan jalan desa karena bandan jalan sangat sempit.
Harapan Masyarakat
Jalan sipirok – Pahae memiliki peran Penting sebagai akses penghubung antar propinsi yakni Sumatera barat, Riau dengan sumatera utara. Jika dibandingkan waktu tempuh perjalanan yang dibutuhkan yakni:
Pertama, waktu tempuh perjalanan jika mengambil rute dari Kota Padang (Sumatera Barat), padang sidimpuan melalui Sibolga menuju Medan ( Sumatera Utara) akan membutuhkan tambahan waktu tempuh 4 - 5 jam perjalanan. Sedangkan Kedua, waktu tempuh perjalanan jika mengambil rute Kota Padang (Sumatera Barat), Padang Sidimpuan melalui Gunungtua-Kotapinang menuju Medan ( Sumatera Utara) akan membutuhkan tambahan waktu tempuh 5 - 6 jam. Ketiga, waktu tempuh perjalanan dari Kota Pekan baru ( Riau ), jika melalui Gunung Tua/ kotapinang menuju Toba ( Sumatera Utara) akan membutuhkan tambahan waktu tempuh 5 - 6 jam karena harus berbalik arah dari pematang siantar. Hal itu tentu akan sejalan dengan Pengeluaran ( COST ) yang akan dibayarkan dengan tambahan waktu dengan jarak tempuh.
Jalan Sipirok- pahae ini juga merupakan akses penting yang harus dilalaui oleh masyarakat di Sumatera Utara, terutama dalam hal mobilitas manusia seperti untuk pendidikan, administrasi pemerintahan dan tidak terkecuali untuk akses mobilitas barang jasa terutama hasil bumi dan keperluan yang lainya. Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh akses jalan yang dilalui, karena sangat berkaitan dengan urat nadi perekonomian suatu daerah. Jangan biarkan masyarakat terisolasi ditengah kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang semakin canggih. Disaat Presiden ingin membangun tol laut untuk menghubungkan antar pulau di Indonesia, masyarakat Sumatera utara masih terisolasi dengan jalan berlobang dan longsor yang tak kunjung selesai.
Masyarakat di Sumatera pada umunya, secara khusus Sumatera utara berharap ruas jalan lintas Sumatera ini ( Lintas Barat) ini segera diperbaiki agar tidak mengancam keselamatan pengguna jalan. Selain itu masyarakat juga sangat dirugikan dengan terhambatnya akses jalan menuju pusat kota propinsi ini. Masyarakat Sumatera merindukan akses jalan yang layak, untuk mendukung kelancaran perekonomian di Sumatera. Masih banyak potensi daerah yang terdapat di Sumatera yang terabaikan oleh karena kurangnya akses masuk ke daerah ini. Sehingga dengan tersedianya jalan yang layak di Sumatera akan meningkatkan ekonomi masyarakat, karena potensi alam akan mudah untuk dikembangkan.

Diterbitkan pada
HARIAN ANALISA, Kamis 5 April 2018

Komentar