MARI BELAJAR DARI POHON
Oleh : Sondang Sitompul, S.Pd
Oleh : Sondang Sitompul, S.Pd
Teringat sebuah
cerita, seorang pak tani labu yang sedang berteduh istirahat dibawah sebuah
pohon besar dan rimbun, sambil duduk istirahat iapun menoleh keatas pohon dan memperhatikan
buah pohon yang sangat kecil sementara
pohonnya tinggi besar dan rimbun.
Sementara ia membandingkan dengan tanaman labunya yang merayab ditanah namun
memiliki buah yang sangat besar tidak sebanding. Dalam benaknya ia berpikir
tidak adil, seandainya aku penciptanya saya akan buatkan buah pohon ini lebih
besar dari buah labu karena ia punya cabang dan batang yang kuat untuk menahanya.
Tiba-tiba dalam lamunanya buah Pohon terjatuh dan mengenai kepalanya membuat ia
terkejut dan tersadar, seandainnya buah pohon lebih besar dari jelok kepalaku akan hancur.
Dalam kehidupan ini
terkadang banyak hal yang kita anggap tidak adil, salah dan membuat kita
jengkel, kesal atau emosi. Hal itu dapat
terjadi karena secara psikologis kita masih dalam keadaan sehat dan sadar.
Setiap manusia pasti merasakan hal yang sama, hanya dalam konteks dan kondisi
saja yang membedakannya. Semua sependapat bahwa manusia diciptakan memiliki
kelebihan dari semua mahluk hidup yang ada dibumi, namun cara pandang mungkin
saja memiliki perdedaan, dan itulah yang membedakan kita, namun sekali lagi itu
adalah hal yang sangat wajar.
Bumi memiliki
tiga penghuni yakni Manusia, Hewan dan Tumbuhan. Ketiganya sangat memiliki
ketergantungan yang saling melengkapi satu sama lainya. Manusia tanpa tumbuhan
atau sebaliknya, tidak akan mampu bertahan hidup. Sulit dipikirkan jika pohon
sudah berhenti mengeluarkan oksigen maka manusia sebagai mahluk tertinggi juga
tidak akan ada apa-apanya. Sehingga wajar saja dunia sangat ketakutan melihat
indonesia sebagai paru-paru dunia tidak menjaga hutan yang memiliki banyak
manfaat itu. Banyak program yang dilakukan oleh dunia terhadap negara-negara,
salah satunya indonesia agar tetap melestarikan lingkungannya dengan tidak
menebang pohon secara sembarangan.
Mungkin terlalu
berlebihan jika saya ungkapkan bahwa kekayaan, kekuasaan, kebesaran dan
kejayaan apaun juga yang kita miliki saat ini, dengan segudang pengetahuan, teman
dan setinggitingginya emosional yang dimiliki tidak akan berarti sama sekali
tanpa oksigen dari pohon. Oksigen kita terima secara Cuma-Cuma dari pohon
yang mana, pohon siapa tidak pernah
diketahui dan jika hal itupun tak menyadarkan kita untuk berterimakasih,
berbuat baik atau menurunkan emosi (tensi) sulit rasanya untuk melanjutkan
kehidupan itu.
Pelajaran dari Pohon
Selanjutnya yang ingin saya utarakan ialah menyangkut
filosofis dari pohon. Pohon yang memiliki banyak manfaat secara nyata untuk menunjang
kehidupan, jika diamati juga memiliki
sejuta pesan. Dimana pohon itu selalu tumbuh melawan gravitasi, dan berusaha
untuk mempertahankan hidupnya walaupun ditanah gersang, berbatu atau berpasir
sekalipun.
Dalam bahasa
inggris pepatah mengatakan “Long life
education” Manusia senantiasa belajar,
dan tidak akan pernah berhenti untuk belajar, termasuk kepada pohon. Apa yang
dapat dipelajari dari Pohon? Ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari pohon
untuk kehidupan umat manusia diantaranya:
1.
Prinsip
mempertahankan hidup, lihat saja pepohonan didalam hutan yang lebat dan rimbun.
Semakin padat ( Rapat) jarak antara pohon satu dengan yang lainya maka pohon
akan menjulang tinggi ke atas. Walaupun Pohon-pohon itu sangat padat namun pepohonan
itu semakin kuat untuk menghalau kuatnya hempasan angin. Antara pohon satu
samalain akan tetap berlomba ke atas sehingga terbentuk batang pohon yang besar
dan tinggi, lurus sangat bagus. Walaupun bersaing dengan sesamanya dia tidak
melukai temanya namun tetap berdiri dan hanya mengurangi cabang. Pun dapat
dijadikan pedoman dalam kehidupan yang sangat konflek saat ini, persaingan
dalam kehidupan namun tetap mengedepankan prinsip humanis, hidup bersama. Bukan
sebaliknya, persaingan menghasilkan kebaikan itu yang diharapkan dan tentunya
untuk kemajuanbersama.
Mengandalkan egoisme bukan budaya indonesia kata Presiden Jokowidodo,
budaya toleran dengan prinsip kemanusiaan sudah terbukti mampu membawa Indonesia
hingga 72 tahun merdeka dan hidup bersama satu negara dibawah payung Pancasila
sebagai landasan idiologinya. Dan selanjutnya saya suju dengan pendapat beberapa orang itu tidak
Perlu lagi di perdebatkan.
2.
Prinsip
Kerja keras: tanpa terlihat pohon akan memanjangkan akarnya kebawah dan kesamping,
untuk mencari unsur yang diperlukanya, namun akar itu yang membuat tanah tidak
longsor, akan menambah kekokohan dari tanah tempat ia tumbuh sehingga terhindar
dari lonsor dan kekeringan. Dalam kehidupan manusia kerja keras seseorang dapat
dilakukan tanpa tidak melukai orang lain.
Tidak jarang terlihat dalam kehidupan manusia memnyebabkan malapetaka bagi
kehidupan sendiri dan orang lain. Kerja keras yang dilakukan dengan menambahkan
seluruh kekuatan yang dimiliki, pengetahuan tenaga dan pikiran sebaik-baiknya
adalah bermanfaat untuk lingkungan masyarakat. Indonesia memiliki kemampuan
yang sangat hebat, dunia banyak memakai orang indonesia dalam berbagai
perusahaan internasional, kenapa indonesia tidak memakainya.
3.
Prinsip
Kemaslahatan: hampir semua bagian Pohon bermanfaat untuk kehidupan mahluk hidup
terutama untuk manusia. Bahkan Sampai matipun pohon tetap memberikan manfaat
bagi lingkungannya, manusia menggunakanya untuk berbagai macam untuk menunjang
kehidupan, paling terakhir adalah untuk menyuburkan tanah. Hidup hanya sekali
jadi kenapa tidak digunakan kesempatan ini untuk kebaikan?
Kesimpulan
Bumi ini memiliki manusia, hewan dan tumbuhan, akan
tetapi manusia sebagai mahluk yang paling tinggi derajatnya memiliki tugas
untuk menjaganya. Manusia tidak akan mungkin hidup sendiri, karena manusia
adalah mahluk sosial. Manusia juga sering lupa dengan dirinya dan penciptanya, mengandalkan
pikiran dan kebenaran individu dalam kehidupan yang pluralis seperti indonesia
akan mengancam kesatuan. Setiap individu memiliki keinginan untuk
mempertahankan kehidupanya, dalam mempertahankan hidup tidak perlu melukai
orang lain. Hidup ini akan lebih berarti jika memberikan manfaat bagi orang
lain bukan melukai orang lain. Semakin banyak pohon di dalam hutan akan semakin kuat, jadilah seperti pohon
bukan hanya semasa hidupnya ia banyak memberikan sumbangan bagi mahluk lain
bahkan setelah matinya pun masih dapat bermanfaat untuk lingkunganya. semogaDiterbitkan Pada
HARIAN WASPADA
SABTU, 17 Juni 2017
Komentar
Posting Komentar